Minggu, 21 Oktober 2018

UJIAN KOMPETENSI APOTEKER INDONESIA (UKAI)

Hi ! siap untuk hadapi UKAI?
Apa itu ukai? UKAI adalah Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia. Setiap calon lulusan profesi apoteker di Indonesia harus melalui ujian bersama terlebih dahulu. Salah satu tujuannya adalah mengatasi keberagaman kurikulum tiap universitas yang memiliki profesi Apoteker di Indonesia. Hal ini diharapkan apoteker dari lulusan manapun bisa memiliki kualitas yang sama dan layak menjadi apoteker.

Melihat singkat Sejarah UKAI, Tryout UKAI sudah memasuki periode ke-9 pada April 2018 ini. Setiap tahun diadakan dua kali untuk setiap TRYOUT dan begitu juga terhadap ujian itu sendiri.  UKAI belum menjadi suatu syarat kelulusan Apoteker, namun pada akhir tahun 2016 atau awal 2017 telah menjadi syarat kelulusan/ exit exam dan pada Juli 2018 (UKAI kemarin) telah sampai pada periode ke-4 sebagai syarat kelulusan calon apoteker.

Baca Juga :
TryOut OSCE Nasional Apoteker Indonesia
Rasanya kuliah S1 Farmasi Universitas Pancasila
Kenapa Kasus Difteri dinyatakan Sebagai Kejadian Luar Biasa di Indonesia?
Lulusan Farmasi bakal Jadi Pengangguran?
Hal yang harus diperhatikan saat membeli obat, PENTING !

Yuk melihat lebih jauh tantangan UKAI. Memang dengan tujuan adanya UKAI hal ini diharapkan kompetensi apoteker di seluruh Indonesia menjadi memiliki batas minimal kompetensi sebagai calon apoteker. Dengan ini diharapkan perguruan tinggi farmasi di seluruh Indonesia tidak lagi memusat didaerah tertentu melainkan adanya pemerataan pendidikan  profesi Apoteker di Indonesia, bukan hanya dari segi kuantitas melainkan dari segi kualitas lulusan-lulusannya. Segi kualitas salah satunya dapat dilihat dari kemampuan calon lulusan apoteker menyelesaikan soal-soal UKAI yang menjadi syarat (kompetensi minimal) yang harus dipahami oleh seorang calon apoteker.



Tantangan berikutnya adalah hanya sebuah soal teoritis ternyata tidak dapat sepenuhnya mewakili kompetensi calon lulusan apoteker. Maka dari itu pada bulan mei 2018 kemarin, diadakannya OSCE dan kedepannya akan menjadi syarat kelulusan profesi apoteker di Indonesia. Apa itu OSCE? Klik disini.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas OSCE lagi. Kembali ke UKAI, Tantangan berikutnya dari UKAI adalah kompetensi yang dibebankan kepada Apoteker yang sangat luas. Apoteker atau bidang kefarmasian tidak hanya tentang klinis saja namun mulai dari industri, distribusi sampai perapotekan. Kompetensi yang sangat luas ini menjadi tantangan tersendiri apabila dituangkan kedalam soal-soal dengan jumlah yang terbatas yaitu 200 soal. Seringkali  teman-teman calon apoteker mempertanyakan hal ini karena beberapa soal-soal UKAI lebih berat ke bidang klinis sehingga terlintas seperti Apoteker rasa Dokter. Sehingga pembagian soal-soalpun menjadi sangat teliti agar mewakili keseluruhan kompetensi apoteker. Tapi tidak bisa dipungkiri, perkembangan pendidikan profesi apoteker semakin pesat dan selalu adanya perbaikan-perbaikan dalam pemilihan soal-soal dan inilah hal positif yang diharapkan oleh kita semua.

Lalu setelah ini, pertanyaannya adalah bagaimana cara kita mengerjakan soal-soal UKAI dengan baik? Terbiasa dengan soal-soal latihan dan belajar diskusi bersama teman-teman adalah salah satu solusinya. Karena materi yang banyak itu bisa seperti materi yang dasar didapat saat menempuh pendidikan Sarjana Farmasi sampai materi aplikatif yang didapat saat pendidikan Profesi Apoteker.
Sumber gambar blueprint UKAI revisi 2017

SHARING

Siapa yang disini bingung mulai darimana kita belajar?? Saya akan sharing sedikit tips dan cara saya saat persiapan menghadapi UKAI. Tiap orang beda-beda caranya tapi tidak ada salahnya saya sharing siapa tahu bermanfaat dan memotivasi teman-teman.

1.    Bagi Waktu

Jadi bagi waktu antara persiapan UKAI dengan PKPA dan tugas-tugas kampus lainnya itu sangatlah penting, hal ini mengingat bahwa waktu persiapan yang disediakan tiap-tiap kampus berbeda. Ada yang diberikan sebulan full untuk mempersiapan ujian, ada juga yang masih menempuh ujian internal kampusnya dan ujian komprehensif sehingga waktu untuk persiapan UKAI cukup terbatas. Kurangi menunda dan mulailah dari sekarang.

2.    Kontrol Kekuatiran, jangan biarkan kekuatiran mengontrol hidup kita
Yang ini cukup mendasar, ada juga tipe orang yang panikan karena materi yang banyak ini udah keburu kuatir sampai mengganggu jam tidur kita. Daripada waktu kita dihabiskan dengan kekuatiran, mending mulai baca-baca dan kerjakan soal dari sekarang.

3.    Hitung Mundur
Saya tipe orang yang terjadwal dengan setiap timeline, bahkan sebelum memulai sesuatu seringkali saya mengurutkan darimana saya harus memulai dan sampai mana saya harus berhenti. Kalau dengan target latihan 10.000 soal harus selesai sebelum UKAI maka dikerjakan dalam 10.000 soal dibagi 100 hari berarti minimal ada 100 soal yang dikerjakan dalam sehari. Lalu hitung mundur sisa berapa hari lagi waktu untuk persiapan kamu?

4.    Lakukan Grading
Baca contoh-contoh soal yang sering keluar bukan untuk mengerjakannya tapi untuk mengetahui tipe-tipe soal yang sering keluar. Setelah kamu sudah tahu apa-apa saja yang sering keluar. Buatlah list dan tentukan materi mana yang paling kamu tidak bisa dan mulailah mempelajarinya satu persatu. Ketahui kelemahan kamu dan perkuat sampai minimal kamu tahu bagaimana cara menyelesaikan soal dengan materi itu. Jangan lupa belajar materinya, jangan keasikan kerjain latihan soal terus haha.

5.    Cari kelompok belajar
Saya tahu mungkin kamu yang terpintar di kelas kamu, tapi 1 otak mungkin tidak bisa setara dengan 5 otak. Kamu perlu orang yang bisa diajak diskusi untuk memberikan jawaban benar secara objektif bukan cuma jawaban yang benar menurut pengertian kamu sendiri.

6.    Latihan dari sekarang bukan besok
yuk mulai persiapan UKAI, semangat calon apoteker Indonesia !


Semoga dengan adanya perkembangan pendidikan yang positif, maka akan lebih cepat tercapainya visi IAI yaitu “Terwujudnya Profesi Apoteker yang paripurna, sehingga mampu mewujudkan kualitas hidup sehat bagi setiap manusia”

Blueprint UKAI 2017, download disini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar