Minggu, 06 Mei 2018

Try Out OSCE Nasional Mahasiswa Apoteker


Sharing tentang pengalaman Try Out OSCE Nasional mahasiswa apoteker tanggal 5 mei 2018 kemarin, mau tahu? yuk!
Apa itu OSCE ?
OSCE atau kepanjangannya Objective Structured Clinical Examination. Walau di profesi apoteker sepertinya OSCE sudah umum dilakukan sebagai uji perpanjangan sertifikasi izin praktik apoteker. Namun kehadiran OSCE pada jenjang Pendidikan Program studi Profesi Apoteker merupakan hal yang baru bagi kami (para mahasiswa). OSCE pada pendidikan profesi apoteker akan menjadi salah satu syarat kelulusan (exit exam) yang dimana hal ini masih dirancang dan belum tahu kapan pastinya.

Maka dari itu panitia Ujian UKAI-OSCE tahun ini mengadakan Try Out OSCE secara nasional untuk mahasiswa apoteker yang merupakan salah satu bentuk persiapan dari pernyataan sebelumnya. Berdasarkan kompetensi fokus keterampilan yang diujikan adalah kemampuan apoteker dalam menyelesaikan masalah-masalah praktik kefarmasian. Kompetensi spesifik tersebut mencakup 7 Aspek yaitu:
1. Pengumpulan data dan informasi
2. Penetapan masalah
3. Penyelesaian masalah
4. Monitoring dan evaluasi
5. Pencatatan dan pelaporan
6. Komunikasi efektif
7. Sikap dan perilaku professional

Berdasarkan praktik kefarmasian keterampilan yang diujikan terbagi dalam 3 area yaitu :
1. Pembuatan sediaan farmasi, mencakup : (a) Perancangan, (b) Produksi, (c)  QC/QA
2. Distribusi sediaan farmasi, mencakup: (a) Perencanaan, pengadaan, penerimaan, (b) Penyimpanan, penyaluran dan pemusnahan
3. Pelayanan sediaan farmasi, mencakup: (a) Pelayanan obat tanpa resep (swamedikasi), (b) Skrining resep, analisis DRP/DTP, (c) compounding sediaan farmasi (nonsteril/steril), (d) Dispensing (KIE), Pemantauan terapi/Monitoring efek samping obat.

Terdapat 10 stasion yaitu terdiri dari 3 (tiga) stasion pembuatan, 2 (dua) stasion distribusi,  4 (empat) stasion pelayanan dan 1 (satu) stasion istirahat. Waktu yang diberikan 10 menit (1 menit waktu untuk baca soal didepan stasion, lalu masuk selama 9 menit)

Bagaimana rasanya TRY OUT OSCE nasional ?

Bersiap untuk jantung yang berdebar-debar jika kamu pertama kali ujian tipe seperti ini haha. Pertama-tama akan ada briefing mengenai peraturan-peraturan sebelum hari H. Pada hari H, sebelum memasuki ruangan ujian, kita akan diarahkan ke ruangan karantina (tempat menunggu kita). Di ruang karantina setiap atribut yang tidak diperlukan selama ujian akan ditinggal disana dan sebelum mulai ujian akan ada briefing lagi. Setelah briefing, bersiap-siap menunggu panggilan oleh panitia untuk berbaris sesuai urutan memasuki ruangan ujian. Didalam ruangan ujian terdapat 10 stasion (1 stasion istirahat).  Masing-masing peserta (10 peserta,  1 peserta satu stasion) akan diarahkan di depan stasion masing-masing (disekat-sekat gitu deh ruangannya).

Didepan stasion, kita menunggu aba-aba dari panitia nasional untuk memulai secara serentak ujian tersebut (well disini deg-degan banget!). Kalian pernah main game pos? ya kurang lebih kayak begitu posisi ujiannya cuman kali ini bukan games. saya dapat nomor urut 8 yang artinya saya mulai dari stasion nomor 8.

Ujian dimulai..

Stasion 8 (pelayanan sediaan farmasi)
1 menit pertama kita baca dulu soal ditempel didepan ruangan sekat. Berhubung kita tidak tahu urutan kompetensi mana dahulu yang diujikan, jadi saat waktu baca soal itu cukup menegangkan (intinya disini jangan panik, baca soal baik-baik karena didalam hanya lakukan sesuai instruksi didalam soal itu, jangan lakukan berlebih karena waktu terbatas).

9 menit berikutnya, didalam ruangan ketemu penguji dan meja. Diatas meja ada soal lagi sama seperti yang di luar ruangan. Ruangan yang saya masukin adalah stasion pelayanan tipe b, skrining resep dan analisis DRP. Jadi ada antibiotik yang digabung sama  obat lainnya dalam satu resep racikan. Kita harus analisis resep tersebut, bila ada kejanggalan baik itu sediaannya atau dosis kita jelaskan ke penguji (disini berperan sebagai dokter). Jadi kesimpulan (versi saya) di stasion ini salah satu kompetensi apoteker yang diujikan yaitu menganalisa resep dan kemampuan berdiskusi dengan dokter terkait hal pengobatan pasien. Setelah selesai menjelaskan, tunggu waktu habis lalu keluar untuk berganti stasion. 

Setiap berpindah stasion diberikan waktu 1 menit, lalu saya menunggu di Stasion 9. Dan baca soal di 1 menit pertama, lalu masuk ke stasion 9.

Stasion 9 (pembuatan sediaan farmasi)
Didalam stasion 9, ada meja. Diatas meja terdapat alat-alat analisis lab (labu ukur, pipet dsbnya), disoal minta melakukan pengeceran yang diinfokan hanya “serapan” awal dan “serapan target” yang ingin dicapai setelah kita melakukan pengenceran. Di stasion ini, pake jas lab dan peralatan lab lengkap pun dinilai, setelah melakukan pengenceran, bersihkan meja praktekpun dinilai. Jadi kebayangkan ngelab didepan penguji deg-degannya kayak gimana.

Lanjut ke stasion berikutnya, yang diawali baca soal di 1 menit pertama.

Stasion 10 (pelayanan sediaan farmasi)
Didalam stasion 10, ada meja. Diatas meja terdapat lumpang dan peralatan farmasetika dasar. Terdapat resep yang harus kita racik. Soal kemarin itu, asam salisilat yang akan dicampur dengan salep. Kita diminta tentukan permasalahannya apa dan bagaimana penanganannya, setelah itu kita racik. Kira-kira gimana ya, ada yang tau?

Sama seperti stasion sebelumnya, kerapihan praktek pun dinilai dan juga cara kita meracik. Jadi distasion ini sepertinya dinilai juga pengetahuan farmasetika dasar seperti cara meracik obat dan  pemahaman permasalahan sifat obat seperti kelarutan dari setiap bahan obat.
( fyi buat teman-teman non farmasi atau yang belum tahu, tiap obat gabisa main asal campur terus ulek macem bikin bumbu dapur. Beberapa bahan obat harus dicek sifatnya agar dapat bercampur menjadi obat yang baik dan berkhasiat) 

Stasion 1 (pelayanan sediaan farmasi)
Didalam stasion 1, swamedikasi (atau nama lainnya pengobatan diri sendiri). Pengetahuan mengenai obat-obatan secara umum di uji disini. Di dalam terdapat 1 orang pasien dan 1 orang penguji. Pasien disini ceritanya akan bertanya kekita terkait sakit yang dialami. Kita dapat menyarankan penggunaan obat namun hanya obat-obatan tanpa resep dokter/ obat-obatan OWA (obat wajib apotek). Seperti obat bebas dan obat bebas terbatas.

KLIK DISINI UNTUK  yang belum tahu OWA (obat wajib apotek) itu apa?

Pasien mengalami gatal-gatal, dan kita harus menggali informasi pasien dan memberikan solusi terkait kemungkinan pengobatan terbaik yang dapat pasien dapati dengan beberapa metode swamedikasi.
Sepertinya di stasion ini, cara kita berkomunikasi dengan pasien, cara kita memecahkan permasalahan pasien, dan pengetahuan mengenai obat-obatan dinilai oleh penguji.

Stasion 2 (pembuatan sediaan farmasi)
Didalam stasion 2, terdapat uji PH, kita diminta melakukan evaluasi suatu sediaan yaitu uji pH. pH setiap sediaan dilihat terlebih dahulu target/persyaratannya di farmakope Indonesia atau literature pendukung lainnya. Sehingga kita tahu sediaan tersebut memiliki target pH berapa.

Stasion 3 (Distribusi sediaan farmasi)
Didalam stasion 3, kita diminta untuk melakukan pemesanan narkotika dan obat biasa. Seperti yang diatur oleh permenkes 3 tahun 2015 tentang peredaran, penyimpanan, pemusnahan, dan pelaporan narkotika, psikotropika dan prekursor farmasi. Pemesanan narkotika, psikotropika dan prekursor merupakan salah satu kompetensi profesi apoteker.

Stasion 4 (pelayanan sediaan farmasi)
Didalam stasion 4, terdapat 1 orang penguji dan 1 orang pasien. Didalam kita melakukan komunikasi, informasi dan edukasi mengenai obat yang akan diberikan kepada pasien. Pasien mendapatkan resep obat tetes mata dan kita sebagai apoteker menggali informasi pasien terkait gejala sampai kita menjelaskan bagaimana cara pakai obat, bagaimana cara menyimpan obat  dan informasi lainnya yang dibutuhkan oleh pasien. Sebagai tangan terakhir yang menyerahkan obat ke pasien (dispensing), seorang apoteker memastikan pasien paham betul cara penggunaan obat agar pengobatan pasien menjadi lebih efektif. Walau obat itu kualitasnya yang terbaik tapi ternyata pasiennya yang salah cara pakai atau waktu pakai obatnya yang salah atau cara simpan obatnya salah. Hal itu mungkin tidak memberikan kesembuhan kepada pasien melainkan memberikan efek yang tidak diinginkan oleh pasien (seperti efek samping).

Stasion 5 (istirahat)
Waktunya rileks..

Stasion 6 (Pembuatan sediaan farmasi)
Didalam stasion 6, kita diminta melakukan evaluasi sediaan farmasi yaitu uji kekerasan tablet. Pemastian kualitas obat yang diproduksi juga merupakan kompetensi apoteker. Sehingga setiap obat yang beredar ke masyarakat itu memiliki kualitas yang terbaik.

Stasion 7 (Distribusi sediaan farmasi)
Didalam stasion 7, kita diminta untuk menentukan tempat penyimpanan berbagai obat dan memberikan training ke staff terkait penyimpanan ini. Setelah itu melakukan pengisian update kartu stock terkait kedatangan barang/obat di apotek kita. 

Setelah semua stasion selesai, rasanya lega sekali haha.

Kompetensi apoteker yang diuji mulai dari Pembuatan sediaan farmasi, Distribusi sediaan farmasi dan Pelayanan sediaan farmasi.

Seorang Apoteker bukan sekedar “tukang obat” atau “tukang jual obat”. Obat yang masyarakat gunakan mulai dari pemilihan kualitas bahan baku sampai produk jadi , dari produksi sampai distribusi industri ke retail (apotek/toko obat) semua itu pasti ada peranan dari seorang apoteker,
Kita yang berperan membuat obat sudah seharusnya kita juga paham tentang obat yang masyarakat gunakan. Tanya Obat Tanya Apoteker. itulah profesi kita; Apoteker.

Materi OSCE dapat kalian download klik disini

Reference:
Blueprint Uji Kompetensi Apoteker Indonesia- Metode OSCE. 2017
Permenkes nomor 3 tahun 2015 tentang peredaran, penyimpanan, pemusnahan, dan pelaporan narkotika, psikotropika dan prekursor farmasi. 2015
www.osce.ikatanapotekerindonesia.net

2 komentar:

  1. mantap rubenn.

    pemgalam sy, wktu dpt soal farmasi industri ttg mengukur pH langsung panik, dan yg terjadi akhirnya kelupaan buka penutup ph meternya. maluuuuu

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya bu, sama saya juga lupa cara menggunakannya

      Hapus