Rabu, 14 Maret 2018

Hal yang harus diperhatikan saat membeli obat, PENTING !


Hal yang harus diperhatikan saat membeli obat, PENTING !.

Dalam membeli obat kita harus memperhatikan hal ini terutama untuk pembelian obat secara mandiri (tanpa resep dokter). Obat dapat diperoleh dengan mudah mulai dari warung, toko online sampai apotek. Masyarakat bisa mendapatkan obat dari dokter (diberikan informasi) atau bahkan bisa membelinya sendiri tanpa resep dokter. Lalu bagaimana masyarakat bisa mendapatkan obat dan menggunakan obat dengan benar ? Bila kita beli obat dari resep dokter, tentulah informasi akan diberikan, namun bagaimana bila kita beli di warung atau toko obat yang terkadang informasi mengenai obat itu sangatlah sedikit? Seringkali obat dijual beli tanpa memperhatikan informasi dalam kemasan obat itu sendiri. Maka dari itu, tidak heran masyarakat sering sembarangan membeli dan memakai obat. 



Apakah kamu tahu akibat dari sembarang membeli dan memakai obat? Sembarang mengkonsumsi obat (tidak sesuai anjuran) memiliki dampak buruk yaitu efek samping yang terjadi. Setiap obat memiliki ketentuan cara pakainya (hal ini bisa dibaca langsung di informasi kemasan) namun ternyata sebagai masyarakat dalam mengkonsumsi obat kita perlu tahu lebih dari sekedar “cara pakai” obat tersebut. Mulai dari interaksi obat (bila kalian minum obat lebih dari satu) dan jarak waktu minum obatnya, semua itu ada aturannya. Jadi obat itu bisa berdampak buruk kalau masyarakat juga asal dalam meminumnya. Kita ambil salah satu contoh penggunaan obat yang salah seperti kasus dibawah ini 


Sumber gambar  : https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150421110902-255-48074/kisah-tragis-gadis-yang-meninggal-karena-minum-pil-pelangsing


Dalam kasus diatas, seorang mahasiswi meninggal dunia karena mengkonsumsi obat yang didapatkan dari sumber yang tidak jelas (secara online). Kasus seperti ini banyak juga terjadi di masyarakat yang masih berpikir mengkonsumsi “obat” pasti selalu berdampak baik. Nyatanya, Obat memiliki efek samping yang kadangkala muncul secara tunggal (misalnya seperti penggunaan satu jenis obat dalam jangka panjang), secara kombinasi (misalnya muncul hanya bila ada interaksi (pengunaan secara bersamaan) antara obat dengan makanan atau obat dengan obat) dan bisa juga secara individu/genetik (misalnya efek samping akan muncul hanya kepada orang yang memiliki alergi obat tertentu). Jadi penggunaan obat tidak bisa sembarangan.

Golongan obatpun ada bermacam-macam, mulai dari obat bebas, obat bebas terbatas, obat keras, obat psikotropika dan narkotika. Jadi informasi apa yang masyarakat perlu perhatikan saat membeli obat?
Untuk memilih obat dengan bijak, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menganjurkan cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar dan Kadaluarsa. Empat hal tersebutlah yang perlu diperiksa sebelum anda dan saya membeli obat.
Sumber gambar  :  instagram @bpom_ri
1. Kemasan
Kemasan kalian perhatikan apakah masih layak atau tidak, apakah rusak atau tidak, bila sudah berlubang atau rusak. Obat yang berada didalamnya tentu tidak dapat dijamin karena kualitas obat bukan hanya ditentukan oleh siapa produsen yang memproduksi melainkan sampai ke cara si penjual (warung,toko obat, apotek, dll) melakukan penyimpanan obat dengan benar. Perhatikan kemasan obat sudah luntur, sobek atau pudar. Bila sudah tidak layak, sebaiknya jangan dibeli.

2. Label
Hal yang perlu diperhatikan berikutnya adalah label. Saat membeli obat, setiap obat disertakan label dan atau brosur (asal bukan beli eceran satu obat digunting dari satu strip obat ya). Cek label berisikan :
a. Nama Produk
b. Komposisi atau bahan aktif (indikasi)
c.  Kategori obat
d. Kegunaan obat
e. Peringatan
f. Dosis Obat
g. Cara Penyimpanan
h. Efek samping (bila tidak ada di label, kalian bisa cek di brosur)

3. Izin Edar
Semua obat yang beredar di Indonesia, pasti memiliki izin edar dari BPOM. Obat-obat yang sudah terdaftar pada BPOM akan mencantumkan nomor registrasi. Cek nomor registrasi tersebut secara online di cekbpom.pom.go.id (langsung klik)

4. Kadaluarsa
Ini yang sering tidak diperhatikan bila masyarakat membeli obat di warung atau toko eceran. Beberapa dari kita suka membeli eceran obat seperti satu dua obat saja dari satu strip, sehingga si penjual akan menggunting sebagian dari strip tersebut. Alhasil, kalian tidak akan mendapatkan kadaluwarsanya. Hal ini perlu diperhatikan juga seperti pada saat penyimpanan yang lama di rumah, lalu suatu ketika mau meminum obat itu lagi dan ternyata sudah melewati kadaluwarsanya. Bila sudah kadaluwarsa maka obat tidak boleh dikonsumsi.

penting untuk tahu, bila anda membeli obat di apotek atau instalasi farmasi rumah sakit, anda dapat menanyakan informasi obat lebih lanjut ke apoteker. Tanya Obat, Tanya Apoteker !

Sumber:
1. www.pom.go.id
2. cekbpom.pom.go.id


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar