Jumat, 09 Februari 2018

Tahukah kamu tentang Kecerdasan Emosional dan Spritual?



Kecerdasan Emosional (EQ) 
Kecerdasan Emosional merupakan kemampuan untuk merasakan emosi, mengintegrasikan emosi untuk berpikir, memahami dan mengatur emosi untuk meningkatkan pertumbuhan pribadi. Bagi kebanyakan orang untuk mencapai kesuksesan dalam hidup maupun karier, kecerdasan emosional (EQ) lebih penting dari kecerdasan intelektual (IQ). Orang-orang dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat mengendalikan emosinya, berkomunikasi dengan orang lain secara efektif, memecahkan masalah dan membangun hubungan bahkan dalam situasi yang tegang. Pengendalian emosi ini dapat dilihat dari misalnya dapat berpikir optimis pada saat menghadapi kesulitan besar, memiliki kemampuan persuasive dan juga caranya menyelesaikan masalah. 

Menurut Daniel Goleman (The author of “Emotional Intelligence: Why it can matter more than IQ), kecerdasan emosional merupakan kemampuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan. Menurutnya, terdapat empat unsur utama Kecerdasan Emosi : 

1. Kesadaran Diri (Self-Awareness) 
Merupakan kemampuan untuk membaca emosi diri kita sendiri dan kita dapat menyadari dampak emosi tersebut. 

2. Pengendalian Diri (Self-Management) 
Merupakan kemampuan mengendalikan emosi kita dan menahan dorongan yang tiba-tiba (amarah meledak-ledak) dan kemampuan beradaptasi. 

3. Kesadaran Sosial (Social Awareness)
Merupakan kemampuan untuk merasakan, memahami, dan bereaksi terhadap emosi orang lain. 

4. Pengelolaan Hubungan (Relationship Management) 
Merupakan kemampuan untuk mengelola konflik serta menginspirasi, memberikan pengaruh bagi orang lain, dan mengembangkan orang lain. 

Seperti diawal tadi, bahwa EQ dapat dilatih/dikembangkan, cara-cara untuk meningkatkan kecerdasaan emosi seperti hal berikut ini: 

1. Kenali apa yang menjadi pemicu ketegangan (tekanan) pada diri kita. 
Pada saat kita dalam tekanan atau masalah terkadang tekanan itu membuat kita sulit untuk berpikir. Semakin kita tertekan, semakin sulit bagi kita untuk mengatasi penyebab stress tersebut. Ambil waktu sejenak untuk berpikir jernih. Bagian penting yang merupakan proses pembelajaran adalah pada saat kita mencoba untuk melihat apa yang menjadi pemicu stress, memprioritaskan masalah sesuai kepentingan dan melakukan hal yang perlu dilakukan untuk mengatasinya. 

2. Mengerti dan sadar akan diri sendiri 
Jangan banding-bandingin diri kita dengan orang lain! Be yourself  Lakukan segala sesuatu dengan kemampuan kita sebaik mungkin dan tidak perlu merasa bersalah atau iri apabila kta tidak memiliki talenta ataupun kemampuan yang dimiliki oleh orang lain. Mengerti dan sadar akan kemampuan diri sendiri memungkinkan kita untuk dapat mengontrol emosi. 

3. Tetap optimis dan berpikir positif 
Sederhananya, berpikir positif dan bersikap optimis menghasilkan emosi yang baik. 

4. Berpikiran terbuka 
Terbukalah untuk ide-ide baru. Pikiran sempit umumnya mengindikasikan EQ yang rendah. Berusahalah memahami ide-ide dan emosi orang lain. Terbukalah pada ide-ide dan pendapat orang lain sehingga kita dapat mempertimbangkan sesuatu pada sisi objektif. Belajar menyadari bahwa kita tidak selalu benar dan dengan mempertimbangkan pendapat orang lain (walau beda paham) hal itu akan memperluas cara pandang dan cara berpikir kita. 

5. Tingkatkan kemampuan berkomunikasi 
Kemampuan untuk berkomunikasi jelas dapat membantu kita untuk mengelola konflik menjadi lebih baik dan meningkatkan kemampuan kita untuk memengaruhi orang lain dengan lebih efektif. 

“Saya tidak punya tangan dan kaki, tetapi saya punya keteguhan hati dan semangat hidup yang tinggi” – Nick Vujicic
 

Kecerdasan Spiritual (SQ) 
Tingkat kecerdasan spiritual diakui sangat penting untuk kebahagiaan dan ketenangan batin kita. SQ menempatkan kehidupan pribadi kita dalam konteks yang lebih besar. SQ merupakan suatu tingkat kecerdasan dari yang meliputi : 

1. Percaya 
Mempercayai bahwa terdapat hal besar yang memberikan hidup dan mengatur kehidupan kita (Allah) 

2. Kesadaran 
Menyadari bahwa setiap orang, dengan segala kelemahan dan kelebihan, diciptakan untuk sebuah tujuan yang mulia. 

3. Mengampuni 
Tidak menyimpan dendam dan kebencian. Bersedia mengampuni orang yang menyakiti kita. 

4. Mengasihi 
Mengasihi orang lain tanpa syarat dan bersedia untuk menolong orang lain. 

5. Memiliki tujuan hidup 
Memiliki dan menyadari tujuan dalam hidup kita atau saya ubah katanya menjadi sebuah pertanyaan “kenapa kita diizinkan hidup oleh yang Maha Kuasa sampai sekarang?” 

6. Beribadah 
Beribadah itu bukan hanya tentang datang ke “rumah ibadah” untuk beribadah, melainkan bagaimana hidup kita dapat mencerminkan ibadah itu dalam setiap aspek kehidupan kita. 

7. Berserah 
Kemauan untuk berserah bahwa hidup kita dibawah kendali Sang Maha Kuasa. 

Cara untuk mengembangkan SQ dapat dimulai dari hal yang kecil yaitu menghadiri ceramah agama, berdoa secara pribadi dan rutin membaca kitab suci yang dimiliki oleh kepercayaan masing-masing. 

Semua yang saya tulis diatas, dapat teman-teman baca lebih lengkapnya dari referensi buku dibawah ini. 

Reference : RJ Nainggolan dan FB Pranata. Personal Success Cockpit: Maksimalkan 17 Kunci Sukses dalam Diri Anda Sekarang Juga. Jakarta, 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar