Jumat, 01 September 2017

Bagaimana Cara Kita Mendapatkan Energi? (PART 1)

Bagaimana Cara Kita Mendapatkan Energi (semangat)?

INTROVERT VS EKSTROVERT #Sabtuberkarakter #Septemberkarakter
Pengenalan akan diri tidaklah mudah, perlu kerendahan hati dan pikiran yang terbuka agar setiap kita mengenal diri kita secara utuh. Terkadang orang yang merasa mengenali dirinya ternyata belum sepenuhnya mengenali dirinya. Hal ini dikarenakan adanya idealisme masing-masing individu sehingga terkadang kita merasa sudah idealis menurut pandangan kita sendiri namun ternyata masih jauh. Tujuan pengenalan diri merupakan salah satu cara efektif untuk kita dapat mengembangkan diri terutama softskill. Hal yang membuat ini menarik adalah setelah membaca tulisan ini harapannya kita dapat semakin mengerti siapakah diri kita?

Pertama yang akan kita bahas adalah INTROVERT VS EKSTROVERT, tidak sedikit orang yang menilai dirinya introvert atau ekstrovert dilihat dari banyaknya bicara atau seberapa pendiamnya mereka. Hal ini sebenarnya benar namun masih bisa digali lebih dalam lagi, Introvert atau ekstrovert merupakan penilaian diri kita dalam memperoleh dan menyalurkan energi.
 
Introversion: yaitu seseorang yang mendapat energi dan menyalurkannya untuk faktor-faktor internal, seperti ide, emosi dan memori 
Ekstraversion: yaitu seseorang yang mendapat energi dan menyalurkannya untuk faktor-faktor eksternal, seperti aktivitas, orang lain dan pengalaman.

Setiap kita memiliki keduanya, bukan berarti seorang introvert tidak punya sisi ekstrovertnya begitu juga sebaliknya, hal ini sering disebut sebuah kecenderungan. Dimana setiap kita memiliki sifat yang lebih dominan (lebih sering) dibandingkan sifat yang lainnya. 

Perbedaan antara introvert dan ekstrovert terletak pada sumber energinya. Orang introvert cenderung lebih bersemangat jika ia menghabiskan waktu untuk hal-hal internal, yaitu dirinya sendiri. Biasanya tipe orang introvert akan lebih memilih menghabiskan waktunya secara individual ketimbang menghabiskan waktu bersama orang lain seperti membaca buku, dsbnya. Bagi orang introvert melakukan berbagai kegiatan eksternal seperti kumpul-kumpul, shopping, ngobrol-ngobrol akan menguras energi mereka sehingga pada titik tertentu mereka membutuhkan “recharging” dengan cara sendirian di rumah, tidak mau diganggu dan dibiarkan melakukan kegiatan sesuka hati sendirian. Hal ini lah yang dapat mengisi kembali energi mereka, sehingga saat kembali ke lingkungan eksternal, mereka kembali dengan energi penuh (bersemangat).

Sebaliknya, orang-orang ekstrovert memperoleh energinya (sumber energi) itu dari hal-hal eksternal (diluar dirinya). Bertemu orang lain, ikut kegiatan eksternal, jalan-jalan dan kegiatan sosial semacam inilah yang dapat mengisi kembali energi orang-orang ekstrovert. Itu sebabnya orang-orang ekstrovert akan lebih cepat bosan bila dalam keadaan sendiri dan menghabiskan waktu secara individu karena bagi orang ekstovert hal itu justru menguras energinya. Mereka akan mencari “recharging” dengan cara pergi keluar dan bertemu dengan orang sebanyak mungkin.

Salah satu penyebab konflik terbesar adalah perbedaan persepsi dan ketergantungan kita pada asumsi. Maka dari itulah kita perlu memahami orang-orang sekitar kita, pada kali ini kita telah mempelajari INTROVERT VS EKSTROVERT. 

Cara orang introvert pada umumnya melihat orang ekstrovert : Suka basa-basi, suka omong besar, bercanda terus, tidak punya malu dan sebagainya.
Cara orang ekstrovert pada umumnya melihat orang introvert : Membosankan, sombong, tidak asik, tidak inisiatif, menyimpan sesuatu sendirian dan sebagainya.

Pandangan-pandangan seperti inilah yang kadang membuat kita konflik padahal keunikan setiap kita memiliki banyak manfaat. Tingkat kecerdasaan emosi lah yang membuat kita semakin memahami akan kekayaan perbedaan sifat lawan bicara kita. Lalu, bagaimana kita dapat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kecenderungan berlawanan?






Orang ekstrovert bisa memberikan manfaat bagi orang introvert dengan cara:
1. Membantu memulai inisiatif komunikasi sehingga pembicaraan nyambung
2. Membantu orang introvert mengekspresikan perasaannya
3. Menjadi perantara verbal bagi orang introvert
4. Menjadi penyemangat bagi orang introvert

Orang introvert bisa memberikan manfat bagi orang ekstrovert dengan cara:
1. Menahan orang ekstrovert yang terlalu banyak bicara
2. Menjaga orang ekstrovert agar bertindak sesuai situasi
3. Mengamati situasi kondisi dan menyampaikan pada orang ekstrovert
4. Menjadi pendengar dan partner bagi orang ekstrovert

Dengan mengetahui masing-masing manfaat mutualisme masing-masing kecenderungan, itu akan mempermudah kita dalam bekerjasama. Kita semakin menyadari bahwa keunikan kita masing-masing dan memiliki manfaat bagi orang lain. Bukan berarti salah satu kecenderungan itu lebih baik. Semua menjadi baik bila setiap sifat dan kecenderungan kita memiliki tingkat kedewasaan. 

Part selanjutnya setiap sabtu di bulan September #Sabtuberkarakter #Septemberkarakter . Saya sharing sedikit tentang apa yang saya nikmati dari buku, buat teman-teman yang mau belajar lebih lengkap bisa langsung baca buku referensinya ya. Semoga bermanfaat, budayakan comment dan share .

Sumber : Mastering People Skill with MBTI  Edited & Composed by Josua Iwan Wahyudi

2 komentar:

  1. Cukup informatif.
    Semangat ya buat nulisnya.
    Btw apakah tulisannya akan tentang tema tertentu seperti psikologi atau tergantung buku yg lagi dibaca?
    (Sapa tau bisa request:p)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas pertanyaannya.
      Diusahakan diambil dari buku-buku. Biar teman-teman bila tertarik bisa mempelajarinya lebih dari buku tersebut. Hehehe jadi memang ada keterbatasan dari temanya yang masih dari buku yang sedang dibaca saja. Tapi tetap niatnya berbagi dan sharing informasi :D

      Mungkin kalau ada buku bagus terkait self improvement, bisa di request siapatahu bisa sama-sama menjadi informasi buat teman-teman yang baca blog ini. :)

      Hapus