Sabtu, 09 September 2017

Bagaimana cara kita menangkap informasi? (PART 2)


 Bagaimana cara kita menangkap informasi?

INTUITION VS SENSING #Sabtuberkarakter #Septemberkarakter
Pengenalan akan diri tidaklah mudah, perlu kerendahan hati dan pikiran yang terbuka agar setiap kita mengenal diri kita secara utuh. Terkadang orang yang merasa mengenali dirinya ternyata belum sepenuhnya mengenali dirinya. Hal ini dikarenakan adanya idealisme masing-masing individu sehingga terkadang kita merasa sudah idealis menurut pandangan kita sendiri namun ternyata masih jauh. Tujuan pengenalan diri merupakan salah satu cara efektif untuk kita dapat mengembangkan diri terutama softskill. Hal yang membuat menarik adalah setelah membaca tulisan ini harapannya kita dapat semakin mengerti siapakah diri kita?

Setelah seminggu menanti, topik belajar bersama hari ini adalah INTUITION VS SENSING. Apa itu INTUITION dan SENSING? Intuition berdasarkan intuisi dan Sensing berdasarkan sensasi. Sebelumnya kita sudah mempelajari Bagaimana cara kita mendapatkan energi ? . Intuition dan sensing berbicara mengenai bagaimana cara orang menangkap dan mengolah informasi yang didapatkannya. 
Pernahkah kita melihat orang yang sangat imajinatif? Atau bahkan orang yang sangat realistis?Orang intuition adalah orang yang konseptual, cenderung abstrak dan melihat makna. Sedangkan orang sensing adalah orang yang praktis, melihat apa adanya dengan berfokus pada kondisi saat ini.

Contoh kasus seperti ini, bila seseorang ditunjukan sebuah bangunan rumah lalu ditanya apakah ini? Orang sensing cenderung akan menjawab, itu rumah dengan atap berwarna merah dengan cerobong asap diatasnya. Namun, pada orang intuition mereka akan cenderung menjawab, itu merupakan tempat untuk berkumpulnya keluarga. Perbedaan antara cara menangkap sebuah informasi juga merupakan sebuah keunikan. Orang-orang intuition melihat lebih imajinatif, berpikir lebih jauh ke depan dan berpikir konseptual. Sedangkan pada orang sensing mereka lebih melihat fungsi yang praktis pada saat ini.

Umumnya, seorang seniman memiliki tingkat kecenderungan intuition, mereka dapat memaknai setiap kata, setiap gambar, setiap karya menjadi sesuatu yang lebih bermakna dari orang-orang sensing.
Lalu, apakah salah satu diantara keduanya ada yang terbaik? Kembali lagi, kencederungan dimiliki oleh setiap kita, baik itu intuition dan sensing. Namun keunikan setiap kita memiliki tingkatan dominan yang berbeda-beda, hal inilah yang membuat setiap kita menjadi unik dan berbeda. 

Orang sensing pada umumnya melihat orang intuition: pemimpi, plin-plan, tidak praktis, terlalu omong besar, tidak terencana, terlalu imajinatif.
Orang intuition pada umumnya melihat orang sensing: tidak imajinatif, membosankan, terlalu ribet, berpandangan pendek dan tidak mau berkembang.

Sifat-sifat diatas, seringkali memicu berbagai konflik karena ketidakpahaman antarlawan bicara atau rekan sekerja kita. Setiap masing-masing dominan terhadap satu kecenderungan bukanlah hal yang buruk, namun bagaimana cara kita memahami orang lain dan menolong sesama kita menghadapi setiap kekurangannya.






Orang Sensing bisa memberikan manfaat bagi orang intuition sebagai berikut:
1. Menyajikan fakta-fakta yang relevan
2. Menghadapi kenyataan yang sedang terjadi saat ini
3. Melihat pengalaman untuk memecahkan masalah
4. Membantu mewujudkan visi dengan konsisten dan terencana

Orang Intuition bisa memberikan manfaat bagi orang sensing sebagai berikut:
1. Menyajikan kemungkinan-kemungkinan yang baru
2. Mengantisipasi dimasa yang akan datang
3. Fokus pada tunjuan jangka panjang
4. Mengambil keputusan jika pertimbangan logis tidak bisa diandalkan

Dengan mengetahui masing-masing manfaat mutualisme masing-masing kecenderungan, pastinya akan mempermudah kita dalam bekerjasama. Kita semakin menyadari bahwa keunikan kita masing-masing dan memiliki manfaat bagi orang lain. Bukan berarti salah satu kecenderungan itu lebih baik. Semua menjadi baik bila setiap sifat dan kecenderungan kita memiliki tingkat kedewasaan.

Part selanjutnya setiap sabtu di bulan September #Sabtuberkarakter #Septemberkarakter. Saya sharing sedikit tentang apa yang saya nikmati dari buku, So buat teman-teman yang mau belajar lebih lengkap bisa langsung baca buku referensinya ya. Semoga bermanfaat, budayakan comment dan share .

Sumber : Mastering People Skill with MBTI  Edited & Composed by Josua Iwan Wahyudi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar