Jumat, 04 Agustus 2017

The power of "WHY THEY DO"

Pada kali ini, gue sedikit sharing tentang apa yang gue pelajari dari orang-orang sekitar gue. Hal ini juga masih terus menerus gue pelajari, tapi ga ada salahnyakan gua bagikan ke teman-teman supaya kita sama-sama belajar.
Kita semua pasti pernah menawarkan sesuatu hal, dari hal yang sederhana seperti menawarkan makanan kita ke teman kita atau mungkin  hal yang lebih kompleks seperti menawarkan jasa atau produk jual kita ke konsumen.
Sharing kali ini bukan mengenai bagaimana cara menjual suatu barang, tapi lebih bagaimana cara melakukan persuasif. Seperti judulnya, the power of WHY THEY DO ini melebihi sekedar tulisan WHAT THEY DO.
Setiap harinya kita tentu melakukan berbagai aktivitas, ada hal seperti mengajak orang ikut partisipasi acara ulang tahun kita, mengajak belajar bersama dan banyak lainnya. Namun sering kali kita mengalami penolakan atau ketidaksepakatan dalam suatu perbedaan pendapat. Sebenarnya ini kenapa sih?

Kebanyakan orang memiliki kecenderungan sikap apatis (istilah psikologis untuk keadaan ketidakpedulian).
Jika belum kenal apa kita mau peduli dengan orang itu? pada umumnya tentu tidak. tapi ini tidak bisa kita sebut semua orang, namun kebanyakan seperti itu. 
Lalu bagaimana kita bisa mengajak orang lain namun orang itu belum kita kenal dekat atau baru kenal?

Gue belajar dalam menyampaikan informasi atau menerima informasi itu ada berbagai kekuatannya. Istilahnya setiap yang kita terima ada kotak-kotaknya. Pertama, kekuatannya ringan dimana apa yang gua ucapkan itu tidak bisa gue pertanggungjawabkan. Jadi yang pertama ini lebih kearah subjektif menurut gue. Dalam hal mendengarkan juga kita bisa lihat mana gagasan orang yang hanya menjadi opini dan mana yang menjadi fakta, lebih dalamnya lagi kita bisa lihat mana yang menjadi opini subjektif dan mana yang menjadi opini objektif. Kedua, kekuatannya sedang dimana ini bisa dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan namun dari sumber yang tidak jelas (ambil sana ambil sini tetapi tidak ilmiah atau tidak ada bukti konkrit, terkadang hanya pengalaman pribadi ). Ketiga, yang terakhir ini kekuatannya kuat dimana apa yang gue ucapkan bisa dipercaya dan dipertanggungjawabkan secara konkrit (Ada buktinya jelas benar).

Ketiga hal ini bisa kita pakai dalam konteks mengelompokkan sumber informasi yang kita keluarkan dan juga yang kita dapatkan. Lalu bagaimana dengan WHY THEY DO?

Kekuatan persuasif sangatlah penting, ini bukan soal bagaimana kamu talkative melainkan bagaimana cara kamu menyampaikan sesuatu dengan efektif, tidak bertele-tele, dan tepat sasaran. 

Secara mendalam, ada tiga tahap usaha kita untuk mendapatkan perhatian penuh dari lawan bicara kita,yaitu:
1. Apa yang kita lakukan?
2. Bagaimana kita melakukannya?
3. Kenapa kita melakukannya?

Kulit terluarnya adalah WHAT THEY DO? misalnya yang gue lakukan adalah bikin acara lomba futsal. kulit terluar ini kekuatannya sangat lemah dalam mempersuasif. Hal yang lebih dalam, yaitu  HOW THEY DO? gimana cara lu ngelakuinnya? Gue bikin acara lomba futsal tidak bisa sendirian, gue bentuk dulu tim kepanitiaannya, gue susun rundownnya, gue invite tim-tim hebat untuk diajak tanding dan sebagainya. apakah setelah ini kita jadi tertarik? Tentu sebagian orang tertarik, mereka menjadi clearly dengan apa yang mau kita lakukan. Lalu, sebagian orang yang tidak tertarik lainnya bagaimana? Kekuatan terakhir yang efektif adalah WHY THEY DO? Alasan kenapa gue melakukan hal ini dan itu? hal ini adalah dasar yang merupakan alasan kenapa kita melakukan sesuatu. Jika masih bingung dengan apa tujuan dan alasan kita melakukan sesuatu? Bagaimana kita mau meyakinkan orang lain bahwa hal ini  menarik atau bermanfaat?

WHY THEY DO adalah alasan dan tujuan kuat kita melakukan sesuatu. Semakin jelas dan semakin dalam tujuan suatu kegiatan sampai sedalam bagi mereka untuk tidak ada alasan lagi menolak. Itulah the power of WHY THEY DO. 

Semoga sharing kali ini bermanfaat dan sama-sama kita belajar praktekkan untuk building our character to be a better person ya. Untuk kritik dan saran bisa dipakai kolom komentar dibawah artikel ini :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar