Sabtu, 12 Agustus 2017

Mengenal DUMOLID

Bagaimana DUMOLID dapat menyebabkan kita terkena Pidana ?
Teman-teman mungkin sudah tahu sebutan obat-obat terlarang seperti narkotika dan psikotropika. Namun, tidak dipungkiri masih banyak di masyarakat yang minim dengan pengetahuan narkotika dan psikotropika. Sebenarnya ada istilah lain yaitu NAPZA (NArkotika Psikotropika dan ZAt adiktif lainnya). Untuk kali ini kita akan bahas banyak tentang psikotropika. Mari kita simak tentang penjelasan dibawah ini.
Apa itu Dumolid?
Beberapa minggu yang lalu, ada public figure yang terjerat kasus ini. Kita doakan semoga baik-baik saja. Namun ada beberapa hal yang perlu kita pelajari dari kejadian ini agar tidak terulang lagi di masyarakat yaitu kenapa ya obat Dumolid ini membuat orang yang memiliki atau menyalahgunakannya dapat dipidana? Hal ini akan dibahas tuntas dipostingan kali ini.
Dumolid merupakan nama merek dagang yang berisikan obat nitrazolam. Nitrozolam ini adalah obat yang masuk ke dalam golongan benzodiazepine.
Biasanya dimanfaatkan dalam mengatasi gangguan tidur, ansietas berat, serta gangguan panik. Jika seseorang hendak membeli obat yang masuk ke dalam golongan benzodiazepine membutuhkan RESEP DOKTER, TIDAK DIJUAL BEBAS, karena jenis obat ini dapat menyebabkan tingkat kecanduan tinggi.
Apa itu golongan benzodiazepine?
Benzodiazepine ini merupakan salah satu golongan dari psikotropika. Untuk menjawab pertanyaan diatas yuk pahami dulu apa itu psikotropika.
Psikotropika merupakan suatu zat atau obat, baik alamiah maupun sintesis BUKAN NARKOTIKA, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Psikotropika digolongkan menjadi 4 golongan menurut sifat ketergantungannya, yaitu:
Psikotropika golongan I : yaitu psikotropika yang TIDAK DIGUNAKAN untuk tujuan pengobatan dengan potensi ketergantungan yang SANGAT KUAT
Psikotropika golongan II : yaitu psikotropika yang berkhasiat terapi tetapi dapat menimbulkan ketergantungan.
Psikotropika golongan III : yaitu psikotropika dengan efek ketergantungannya sedang dari kelompok hipnotik sedatif.
Psikotropika golongan IV : yaitu psikotropika yang efek ketergantungannya ringan.
Benzodiazepine merupakan golongan 4 memberikan efek ketergantungan. Walau efek ketergantungannya ringan tapi tetap saja berbahaya penggunaannya dalam jangka panjang apalagi tanpa sepengetahuan dokter. Obat ini sangat jelas sebenarnya bukan untuk jangka panjang. Jadi jangan asal yaa.
Dalam dunia medis, golongan benzodiazepine (contoh Nitrozolam) digunakan untuk:
1. Mengatasi berbagai masalah psikologis seperti insomnia
2. Gangguan kecemasan, gangguan kepanikan, dan depresi akut.
3. Sebagai obat penenang saat operasi
4. Mencegah atau mengatasi kejang
5. Mengatasi sakau alkohol
Lalu, kenapa ya kepemilikan obat ini dilarang padahal jelas obat ini dapat digunakan untuk keperluan medis dan juga obat ini termasuk psikotropika golongan 4 yang memiliki ketergantungan yang ringan? Jadi menurut UU nomor 5 tahun 1997 tentang PSIKOTROPIKA pada pasal 14  dijelaskan secara detail dari penyerahan obat dapat dilakukan oleh siapa dan untuk tujuan apa saja orang boleh menyimpan dan menggunakan obat tersebut (keperluan medis). Lalu pada pasal 62 diperjelas lagi dengan sanksi dari kepemilikan obat psikotropika secara TANPA HAK; sebagai berikut:
"Barangsiapa secara tanpa hak, memiliki,menyimpan dan/atau membawa psikotropika dipidana dengan pidana penjara palinglama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratusjuta rupiah)."
Jadi disini sangat jelas, bukan soal golongan berapapun psikotropikanya namun pada penggunaan dan kepemilikan dari obat psikotropika ini sudah diatur oleh UU no 5 tahun 1997 dengan tujuan (pasal 3):
a. menjamin ketersediaan psikotropika guna kepentingan pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan;
b. mencegah terjadinya penyalahgunaan psikotropika;
c. memberantas peredaran gelap psikotropika.
Kesimpulannya
1. Dumolid merupakan salah satu obat psikotropika yang berisikan zat aktif yaitu nitrozolam yang merupakan psikotropika golongan 4.
2. Masyarakat tidak boleh sembarang memiliki obat psikotropika karena dapat menyebabkan ketergantungan dan hal ini jugalah yang sering disalahgunakan.
3. Pengaturan kepemilikan, penyaluran dan pemakaian obat psikotropika ini bertujuan menjamin ketersediaan untuk pelayanan kesehatan dan ilmu pengetahuan, mencegah penyalahgunaan dan memberantas peredaran gelap obat tersebut.
Semoga setelah ini kita semua bertambah pengetahuannya mengenai obat psikotropika dan yuk bantu sebarkan ke teman, kerabat, keluarga agar mereka semua jauh dari ketidaktahuan dalam kepemilikan obat psikotropika maupun penyalahgunaannya.
Sumber : UU nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar