Rabu, 26 Juli 2017

TERJEBAK 3 JAM DIKRL?! MAU NGAPAIN?

TERJEBAK 3 JAM DIKRL?! MAU NGAPAIN?
Dua hari yang lalu tepatnya tanggal 24 Juli 2017, gue baru saja ngalamin terjebak didalam kereta yang super pepes (penuh banget) dalam keadaan stuck . Jalannya lama bangettt bikin kesel batin. 3 jam saja? Lalu apa menariknya? gua mau sharing sedikit tentang apa-apa saja yang gua perhatikan di dalam kereta selama 3 jam terjebak disana. Jadi hari senin kemarin, paginya gue berangkat dari kranji menuju bojong indah dan baru pulang malam hari sekitar pukul  7 malam jalan ke stasiun (gue sengaja pulang maleman buat hindari pepes). Perjalanan dari stasiun bojong indah sampai manggarai itu tidak ada masalah sama sekali.
            Masalahnya muncul pada saat gue di stasiun manggarai, ini aneh kereta kearah bekasi tidak sampai-sampai (sebenernya tidak terlalu aneh, biasa banget buat arah bekasi). Setahu gue memang kereta arah bekasi jumlahnya tidak sebanyak kereta arah bogor. Jadi yaudalah dan keretanyapun datang kurang lebih ya pukul setengah delapan  lewat dan langsung semua penumpang masuk kedalam memenuhi keretanya. Kereta sudah masuk tetapi ini tidak jalan2, sekitar 15-30menitan sampai ada kereta lainnya yang menuju arah bekasi datang juga (ini sampai dua kereta di manggarai ngetem buat dapet giliran jalan menuju bekasi). So, akhirnya ini kereta yang gua naikin jalan juga dalam keadaan pepes. Mungkin untuk anak kereta hal kayak begini biasa aja kali ya. Tapi bukan ini inti cerita gue.
            Setelah jalannya kereta menuju stasiun jatinegara, pada saat perjalanan kereta ternyata berhenti lagi, kita ratusan orang terjebak didalam kereta itu ya kurang lebih saat itu pukul 8 malam.. Mulai lelah karena orang sekitar gue itu adalah orang-orang yang pulang kantor yang juga pada capek dan lesu. Tiba-tiba ada bunyi speaker dari petugas keretanya, bilang minta maaf karena kereta masih menunggu jalur. Lama tuh lama banget. Gue sambil denger musik mulai memperhatikan orang-orang sekeliling gue.
Pertama, seorang ibu dan sebelahnya seorang perempuan muda, dugaan gue umurnya 25an. Umur 25 yang gue maksud ini bukan ibu-ibu itu, tapi seorang perempuan mudanya. Gue lalu kembali melihat muka lelahnya sang ibu itu, kasihan ibu-ibunya kayak capek gitu tapi apa daya dia harus berdiri dan terjepit dengan orang-orang sekitar, seperti nasib gue. Keretapun jalan dan sampailah di stasiun jatinegara. Banyak yang masuk kereta dan gue sekarang kedorong lagi, bayangin ini udah kejepit dan terus didorong lagi. Badan gue yang cukup tinggi menurut khayalan gue, kini kedorong karena apa daya tidak mampu meraih pegangan tangan diatas. Kini gue layaknya daun ditaman yang kebawa oleh angin. LOL. Gue kedorong sampe agak dalam jauh dari pintu masuk. Kali ini sebelah gue adalah orang yang berbeda.
Kedua, sebelah kanan gue, seorang pria berbadannya tinggi yang sedang diam saja. Enaknya dia adalah dia itu nyampe tuh tangannya ke pegangan tangan  diatas jadi ga kedorong-dorong kayak gue. Hahaha, lanjut orang ketiga yang gue amati di sebelah kiri belakang gue, ini ada cewek muda menurut gue sih umurnya sepantaran sama gue (soktahu) tapi gue lihat dia sedikit gelisah. Karena posisinya dibelakang gue, jadinya gue tidak bisa terlalu perhatikan dia tapi sepertinya ada seorang bapak agak tua gitu yang bikin dia risih. Bapak tua ini sebelah gue persis, gue juga takut soalnya ini bapak tidak bisa diam padahal posisi kita lagi pepes (takutnya maling). Tapi untungnya bukan sih. Singkat cerita ini bapak ini tiba-tiba jongkok, lagi rame begini tiba-tiba jongkok haduhh.
Keempat, bapak-bapak di depan dia (posisinya depan kiri gue) negur nih orang karena jongkok di saat pepes begini tentu saja mengganggu yang lain. Bapak yang jongkok tadi spontan bilang “capek”, bapak yang tadipun bilang “semua juga capek, jangan egois kayak gitu pak”. Dalam hati gue, jangan berantem dong, ini kondisi udah pepes jangan malah berantem disini. Mending bapak minta nomornya itu orang  aja terus berantemnya janjian diluar nanti. Hahaha (ini pikiran gue waktu itu). Akhirnya bapak-bapak yang jongkok tadi, berdiri dan menggeser tubuhnya kebagian paling dekat pintu masuk (menjauh dari gue, dan bapak depan dia yang negur dia tadi).
Setelah beberapa lama ini kereta mulai jalan. Masih dengan kondisi pepes, keretanya berhenti lagi. Posisi masih kejebak didalam sana, banyak orang sekitar gue mulai ngeluh dan kesel dengan kereta saat itu. Ada tuh ujung kiri gue kayak ngedumel (mengeluh) keras banget sepertinya sih kedengaran sampai satu gerbong. Kembali ke orang-orang yang gue perhatiin.
Kelima, gue kini berpindah posisi lagi (kedorong lagi setelah lewatin stasiun jatinegara seinget gue ini karena ada penumpang tambahan dari stasiun klender  saat itu ada yang keluar tapi ada juga yang masuk). Posisi gue sekarang ini di dekat pintu yang tidak terbuka saat kereta menuju arah Bekasi. Disebelah kanan gue yang sekarang bukan bapak-bapak badan tinggi itu lagi (orang kedua tadi). Sekarang dua orang cewek yang dugaan gue mereka saling berteman dan salah satunya lagi stalking instagram orang lain gitu deh. Stalkingnya macem-macem, dari artis sampai temannya sendiri. Kalian mau tau ga mereka ngomongin apa aja? Gue ga begitu perhatiin, karena gue lagi dengar lagu (ini volume lagunya kecil) dan menurut gue ga sopan juga mendengarkan orang lain ngomong walau batin gue teriak-teriak bilang “kepoin woi kepoin”.
Keretapun sampai distasiun Buaran, ini muncul suara dari speaker kereta bilang intinya kalau yang sedang buru-buru harap mencari alternatif transportasi karena bakal lama jika pakai kereta. Langsung banyak yang turun, kayaknya itu udah sekitar jam setengah 10 atau jam 10. Pas mereka turun, pada teriak wuuuu wuuuu wuuuuuu. Heboh deh saat itu. Hahaha. Kesel dengar kereta lagi gangguan tapi senang sekarang udah tidak pepes (ini akhir yang gue tunggu-tunggu). Didalam kereta saat itu karena sudah tidak pepes lagi, tiba-tiba banyak orang yang duduk dilantai. Satu orang bapak-bapak nyeloteh begini “sudahlah duduk saja, siapa juga yang mau marahin semuanya juga capek” kurang lebih begitu. Jadi makin banyak dah tuh yang lesehan di kereta.
Keenam, orang yang gue perhatiin ini sebenernya tidak jauh dari gue adalah seorang bapak tua (seperti kakek-kakek) yang terlihat lelah banget, tapi dia tidak dapat tempat duduk padahal menurut gue dia perlu  tempat duduk. Dia sambil berpegang ke pegangan tangan diatas, sambil menutup matanya dengan tangannya yang satunya lagi. Saat bapak-bapak sekitarnya yang jauh lebih muda dari dia duduk dilantai, gue lihat dia mulai jongkok dan mau duduk juga sambil dia berkata begini, “yang muda saja sudah pada capek, apalagi saya”. Bapak lainnya yang sekitarnya dia bilang, “iya pak, duduk saja istirahat”. Bapak yang membalas perkataan bapak yang tua tadi itu sambil mengeluarkan kue dan memberikan kue tersebut ke bapak tua itu. Merekapun makan bersama sambil lesehan di dalam kereta. Ini so sweet banget sih, masih ada juga orang yang baik kayak begini.
            Masih posisi di stasiun Buaran, banyak juga ternyata penumpang yang ragu buat turun dari kereta dan mencari alternatif transportasi lainnya. Mereka yang ragu-ragu baru saja turun dari kereta saat itu karena kereta cukup lama juga berhenti di stasiun Buaran. Namun ternyata keretapun bisa PHP layaknya seseorang yang kamu anggap lebih namun ternyata dia cuma anggap kamu “teman”. HAHAHAHA. Sehabisnya mereka-mereka yang ragu itu turun dari kereta, kereta langsung menutup pintu untuk bersiap jalan kembali. Ini lucu banget waktu gue lihat, soalnya beberapa orang dari mereka langsung panik lari dan masuk lagi ke kereta. Hahaha. 
Setelah dari stasiun Buaran, kereta menuju stasiun Klender baru, stasiun cakung dan akhirnya sampai juga ke stasiun Kranji. Ini memerlukan waktu yang kurang lebih 3 jam. Naik kereta dari manggarai kurang lebih pukul 19.30 sampai stasiun kranji kurang lebih sekitar pukul 23.00. Sebenernya masih banyak kejadian lucu dan seru saat gue amati orang-orang di kereta. Well, memang awalnya gue mengeluh tetapi kalau dengan cara seperti kemarin gue bisa semakin tahu lingkungan sekitar gue mungkin ada hikmahnya juga kejadian kemarin itu. Gue tahu setiap transportasi pasti ada saja kendalanya, gue percaya Indonesia semakin terus memperbaiki transportasi umum (ini di Jakarta) dan sekarang ini lagi prosesnya. Sharing gue kali ini cuma mau berpesan, masih ada kejadian seru dibalik kejadian tidak menyenangkan. Semua tergantung respon kita. Jadi, apa pengalaman serumu didalam kereta? Terutama saat-saat dimana pepesnya kereta. Love

Tidak ada komentar:

Posting Komentar