Minggu, 30 Juli 2017

APA ITU VIRUS RUBELLA?

APA ITU VIRUS RUBELLA?


Ini lagi happening banget, karena Kementerian Kesehatan lagi melakukan kampanye untuk pencegahan penyakit campak ini. So, yuk kita belajar sedikit mengenai virus ini.
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Lalu apa bedanya campak biasa dan campak Jerman? 

Sebenarnya ada beberapa perbedaan yang dapat kita lihat seperti berikut:
Keterangan
Campak Jerman
Campak Biasa
Jenis Virus
Rubella
Morbilli
Ciri khas
Ruam merah di kulit yang dimulai dari muka ke bawah dan lamanya sekitar 3 hari
Ruam merah yang timbul bisa muncul dari mana saja dengan waktu yang bisa lebih lama atau bisa juga kurang dari 3 hari
Penyakit sekunder
Sakit kepala dan sakit persendian
Biasanya hanya disertai flu, batuk  dan demam
Menyebabkan hal fatal
Pada ibu hamil dapat menyebabkan kematian atau kelahiran bayi prematur. Jika bayi lahir bisa resiko cacat otak, cacat fisik dan juga keterbelakangan mental
Umumnya tidak menyebabkan hal fatal
Gejala awal
Pembengkakan kelenjar getah bening di leher bawah kuping
Tidak ada pembengkakan

Bagaimana cara pencegahannya? Pencegahan rubella yang paling efektif adalah dengan melakukan vaksinasi, terutama bagi wanita yang berencana untuk hamil. Sekitar 90 persen orang yang menerima vaksin ini akan terhindar dari rubella.  

Lebih mengenal istilah imunisasi dan vaksinisasi, lalu sebenarnya apa beda antar kedua istilah tersebut? 
Imunisasi adalah upaya pencegahan dengan sengaja memberikan kekebalan atau imunitas pada anak, sehingga anak itu walaupun mendapatkan infeksi tidak akan meninggal atau menderita cacat
       Ada istilah imunisasi aktif dan pasif. Imunisasi aktif contohnya adalah vaksinasi disebut aktif karena dengan proses ini tubuh manusia secara langsung membuat antibodi, Vaksin  merupakan bakteri dan virus yang telah dilemahkan (tenang aja ini aman kok). Jadi vaksinasi adalah proses memasukkan vaksin ke tubuh manusia dengan tujuan untuk mendapatkan efek kekebalan terhadap penyakit tertentu. Sederhananya vaksinasi itu masukin bakteri dan virus yang udah dilemahin jadi si virus dan bakteri ini tidak bisa menyerang kita lagi, tapi yang dimanfaatkan tubuh kita adalah hasil respon pembentukan antibodi tubuh yang dipicu oleh virus atau bakteri yang dilemahkan tadi. 
       Lalu ada pula istilah imunisasi secara pasif yaitu dengan pemberian serum (antibodi). Pada pemberian serum, yang disuntikkan berupa antibodi maka tubuh tidak perlu belajar membuat antibodi (sangat beda ya prinsipnya dengan imunisasi aktif atau vaksinisasi) dan karena itu pula tubuh tidak punya kemampuan memproduksi antibodi, akibatnya orang yang diberi serum hanya kebal terhadap penyakit dalam jangka waktu tertentu saja.

Kapan Jadwal Imunisasi MMR?
Jadwal pemberian imunisasi MMR dilakukan pada saat seorang anak berusia antara 15 – 18 bulan dan pemberian imunisasi MMR tambahan dilakukan pada saat anak berusia 6 tahun. Pemberian imunisasi MMR dilakukan dengan interval atau jarak pemberian minimal 6 bulan setelah pemberian imunisasi dasar campak (pada saat anak berusia 9 bulan) dan minimal 1 bulan sebelum pemberian imunisasi lain. Apabila seorang anak sudah mendapatkan imunisasi MMR pada saat anak tersebut berusia 15 – 18 bulan dan imunisasi MMR tambahan pada saat anak berusia 6 tahun, maka pemberian imunisasi dasar campak tambahan pada saat anak berusia 5 – 6 tahun tidak perlu diberikan lagi

Apa sih Efek Samping Imunisasi MMR?
Efek samping pemberian imunisasi MMR  itu bervariasi tergantung anaknya. Jadi beda-beda satu sama yang lain. Efek samping yang paling sering dan umum terjadi pada anak adalah demam, dan efek samping yang jarang terjadi diantaranya dapat berupa sakit kepala, muntah, bercak berwarna ungu pada kulit, nyeri di daerah tangan atau kaki dan leher yang terasa kaku. Kenapa bisa ada efek samping? Menurut saya ini wajar saja, kalau kita pahami lagi arti dari vaksinasi merupakan proses memasukkan bakteri/virus yang sudah dilemahkan sehingga memicu peningkatan antibodi tubuh. Ini tujuannya merangsang tubuh memproduksi antibodi jadi bisa saja terjadi beberapa efek samping. (karena tubuh lagi bekerja melawan bakteri/virus tersebut) CMIIW.
Tapi ada juga isu-isu efek samping yang bilang bisa bikin anak jadi autisme, kalau yang saya baca sepertinya tidak ada penjelasan secara jelas bagaimana anak bisa jadi autisme. Lalu pikir saya, vaksin itu bukan obat sembarang yang bisa diperjual belikan, ini merupakan SEDIAAN FARMASI  dengan pembuatan dan penyimpanan khusus. Jadi saya yakin ini aman apalagi ini kita tahu sekarang sedang adanya kampanye imunisasi MR dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Kampanye Imunisasi MR?
Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara masal sebagai upaya untuk mencegah penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.
Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa. Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat), dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Mari daftarkan anak atau adik kita untuk melakukan imunisasi MR secara GRATIS (TIDAK DIPUNGUT BIAYA) 😀😀

Sumber : mediskus.com , depkes.go.id, kesmas-id.com, alodokter.com

5 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Informasi yg sgt berguna terutama u ortu yg punya anak2 kecil n remaja jg sgt berguna u ibu2 muda yg akan hamil, jadikan generasi Indonesia yg sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, semoga bermanfaat dan bersama menjadi Indonesia yang sehat :)

      Hapus