Minggu, 21 Oktober 2018

Hi ! siap untuk hadapi UKAI?
Apa itu ukai? UKAI adalah Ujian Kompetensi Apoteker Indonesia. Setiap calon lulusan profesi apoteker di Indonesia harus melalui ujian bersama terlebih dahulu. Salah satu tujuannya adalah mengatasi keberagaman kurikulum tiap universitas yang memiliki profesi Apoteker di Indonesia. Hal ini diharapkan apoteker dari lulusan manapun bisa memiliki kualitas yang sama dan layak menjadi apoteker.

Melihat singkat Sejarah UKAI, Tryout UKAI sudah memasuki periode ke-9 pada April 2018 ini. Setiap tahun diadakan dua kali untuk setiap TRYOUT dan begitu juga terhadap ujian itu sendiri.  UKAI belum menjadi suatu syarat kelulusan Apoteker, namun pada akhir tahun 2016 atau awal 2017 telah menjadi syarat kelulusan/ exit exam dan pada Juli 2018 (UKAI kemarin) telah sampai pada periode ke-4 sebagai syarat kelulusan calon apoteker.

Baca Juga :
TryOut OSCE Nasional Apoteker Indonesia
Rasanya kuliah S1 Farmasi Universitas Pancasila
Kenapa Kasus Difteri dinyatakan Sebagai Kejadian Luar Biasa di Indonesia?
Lulusan Farmasi bakal Jadi Pengangguran?
Hal yang harus diperhatikan saat membeli obat, PENTING !

Yuk melihat lebih jauh tantangan UKAI. Memang dengan tujuan adanya UKAI hal ini diharapkan kompetensi apoteker di seluruh Indonesia menjadi memiliki batas minimal kompetensi sebagai calon apoteker. Dengan ini diharapkan perguruan tinggi farmasi di seluruh Indonesia tidak lagi memusat didaerah tertentu melainkan adanya pemerataan pendidikan  profesi Apoteker di Indonesia, bukan hanya dari segi kuantitas melainkan dari segi kualitas lulusan-lulusannya. Segi kualitas salah satunya dapat dilihat dari kemampuan calon lulusan apoteker menyelesaikan soal-soal UKAI yang menjadi syarat (kompetensi minimal) yang harus dipahami oleh seorang calon apoteker.



Tantangan berikutnya adalah hanya sebuah soal teoritis ternyata tidak dapat sepenuhnya mewakili kompetensi calon lulusan apoteker. Maka dari itu pada bulan mei 2018 kemarin, diadakannya OSCE dan kedepannya akan menjadi syarat kelulusan profesi apoteker di Indonesia. Apa itu OSCE? Klik disini.

Pada kesempatan kali ini saya tidak akan membahas OSCE lagi. Kembali ke UKAI, Tantangan berikutnya dari UKAI adalah kompetensi yang dibebankan kepada Apoteker yang sangat luas. Apoteker atau bidang kefarmasian tidak hanya tentang klinis saja namun mulai dari industri, distribusi sampai perapotekan. Kompetensi yang sangat luas ini menjadi tantangan tersendiri apabila dituangkan kedalam soal-soal dengan jumlah yang terbatas yaitu 200 soal. Seringkali  teman-teman calon apoteker mempertanyakan hal ini karena beberapa soal-soal UKAI lebih berat ke bidang klinis sehingga terlintas seperti Apoteker rasa Dokter. Sehingga pembagian soal-soalpun menjadi sangat teliti agar mewakili keseluruhan kompetensi apoteker. Tapi tidak bisa dipungkiri, perkembangan pendidikan profesi apoteker semakin pesat dan selalu adanya perbaikan-perbaikan dalam pemilihan soal-soal dan inilah hal positif yang diharapkan oleh kita semua.

Lalu setelah ini, pertanyaannya adalah bagaimana cara kita mengerjakan soal-soal UKAI dengan baik? Terbiasa dengan soal-soal latihan dan belajar diskusi bersama teman-teman adalah salah satu solusinya. Karena materi yang banyak itu bisa seperti materi yang dasar didapat saat menempuh pendidikan Sarjana Farmasi sampai materi aplikatif yang didapat saat pendidikan Profesi Apoteker.
Sumber gambar blueprint UKAI revisi 2017

SHARING

Siapa yang disini bingung mulai darimana kita belajar?? Saya akan sharing sedikit tips dan cara saya saat persiapan menghadapi UKAI. Tiap orang beda-beda caranya tapi tidak ada salahnya saya sharing siapa tahu bermanfaat dan memotivasi teman-teman.

1.    Bagi Waktu

Jadi bagi waktu antara persiapan UKAI dengan PKPA dan tugas-tugas kampus lainnya itu sangatlah penting, hal ini mengingat bahwa waktu persiapan yang disediakan tiap-tiap kampus berbeda. Ada yang diberikan sebulan full untuk mempersiapan ujian, ada juga yang masih menempuh ujian internal kampusnya dan ujian komprehensif sehingga waktu untuk persiapan UKAI cukup terbatas. Kurangi menunda dan mulailah dari sekarang.

2.    Kontrol Kekuatiran, jangan biarkan kekuatiran mengontrol hidup kita
Yang ini cukup mendasar, ada juga tipe orang yang panikan karena materi yang banyak ini udah keburu kuatir sampai mengganggu jam tidur kita. Daripada waktu kita dihabiskan dengan kekuatiran, mending mulai baca-baca dan kerjakan soal dari sekarang.

3.    Hitung Mundur
Saya tipe orang yang terjadwal dengan setiap timeline, bahkan sebelum memulai sesuatu seringkali saya mengurutkan darimana saya harus memulai dan sampai mana saya harus berhenti. Kalau dengan target latihan 10.000 soal harus selesai sebelum UKAI maka dikerjakan dalam 10.000 soal dibagi 100 hari berarti minimal ada 100 soal yang dikerjakan dalam sehari. Lalu hitung mundur sisa berapa hari lagi waktu untuk persiapan kamu?

4.    Lakukan Grading
Baca contoh-contoh soal yang sering keluar bukan untuk mengerjakannya tapi untuk mengetahui tipe-tipe soal yang sering keluar. Setelah kamu sudah tahu apa-apa saja yang sering keluar. Buatlah list dan tentukan materi mana yang paling kamu tidak bisa dan mulailah mempelajarinya satu persatu. Ketahui kelemahan kamu dan perkuat sampai minimal kamu tahu bagaimana cara menyelesaikan soal dengan materi itu. Jangan lupa belajar materinya, jangan keasikan kerjain latihan soal terus haha.

5.    Cari kelompok belajar
Saya tahu mungkin kamu yang terpintar di kelas kamu, tapi 1 otak mungkin tidak bisa setara dengan 5 otak. Kamu perlu orang yang bisa diajak diskusi untuk memberikan jawaban benar secara objektif bukan cuma jawaban yang benar menurut pengertian kamu sendiri.

6.    Latihan dari sekarang bukan besok
yuk mulai persiapan UKAI, semangat calon apoteker Indonesia !


Semoga dengan adanya perkembangan pendidikan yang positif, maka akan lebih cepat tercapainya visi IAI yaitu “Terwujudnya Profesi Apoteker yang paripurna, sehingga mampu mewujudkan kualitas hidup sehat bagi setiap manusia”

Blueprint UKAI 2017, download disini. 

Minggu, 14 Oktober 2018

Tidak terasa setahun kebersamaan kita, dari awal kita tidak kenal sampai kita kenal, dari yang awalnya hanya kenal kini menjadi dekat. Tidak pernah lupa setiap moment kita dari awal bertemu sampai hari kebahagiaan kita kemarin saat pelantikan. Kini setiap kita masing-masing mulai berpisah menemukan arti hidup sesungguhnya. BANGGA MENJADI BAGIAN DARI APOTEKER 60 !

Tulisan ini adalah kumpulan Kesan Pesan dari BPH KOOR untuk kita semua apoteker 60.


Grand Asset Tarnama Siahaan, S.Farm., Apt.
Kesan: Keluarga, Hangat
Pesan: Jangan Lupa, terus Ingat sama saudara sejawat yg bkn sekedar teman sejawat

Indah Dwi Mandala, S.Farm., Apt.
Kesan pesan : Awal masuk apoteker up sempat takut jadi kaum minoritas yg susah nyambung sama tmn2 seangkatan (apalagi yg anak s1 up). Apalagi setelah tiba2 ditunjuk uben jadi wakil ketua, wah kaget bakal dianggap ga yaa. Tapiiii setelahh dijalaninn, semuanya bedaa. Mereka cuek tapi welcome bangett, mereka nyambung bangett, mereka gengan tapi tetep kompak seangkatan, Semoga saat sudah punya pengawal pribadi nanti, ada waktu lagi kita kumpul bawa anak istri suami tanpa basa basi, tetap jadi seperti saat kita nonton stand up comedy.
Ga nyangka angkatan 60 ga neko neko, ga banyak protes,  kontribusi banget buat angkatan. Ku terharu pokonyaa, ku sedih baru nyaman udah dipisah.
Semoga walaupun udah pisah kita ttp ingatt kita pernah berjuang bareng, walau cuma setahun tapii bekasnya menahun.
Terimakasih apoteker 60. Berkat kaliaan kehidupan profesi ku bukan tentang obat melulu, berkat kalian bahagia ku bukan sekedar nilai bagus, berkat kalian keluh kesah ku tak sebanyak dulu. Ku bangga! ❤

Embriana Dinar Pramestyani, S.Farm., Apt.
Kesan : apt 60 solidnya dapet, susah senang berharga rasanya.
Pesan : jangan lupain satu sama lain ya.

Mutia Karlina, S.Farm., Apt.
Kesan : kalian kompak bgtt.. walopun suka pada ngocehh mulu kerjaanya, komen2 gak jelas... tp tetep komitmen, tetep weh dijalanin.. kalian itu belajar ya belajar, saatnya main yaa main. banyak ketemu temen baru yang sama2 suka alay (kebahagiaan ku sederhana)
Pesan: silaturahmi jalan terus yaa.. jgn pada left group. saling follow medsos lhaaaa (tetep)... ku yakin kalian sukses dijalan kalian masing2. sekali lagi tali Silaturahmi mah harus dijaga yaa

Wika Yuliana Wardani, S.Farm., Apt.Kesan: heboh, kompor, julid, seru, bikin pusing tapi ku sayang
Pesan: jaga silaturrahim, semoga Kita selalu sadar bahwa Kita saling membutuhkan sebagai teman sejawat, salam sukses apoteker 60!!
 

Aishah Amarra Regine, S.Farm., Apt.
Pesan : Harus selalu sehat dan Bahagia. Berjuang untuk apapun yang ingin dicapai, Berusaha untuk apapun yang ingin didapatkan, Berdoa untuk apapun yang dilakukan dan Bersyukur untuk semuanya. Nikmati selalu semua proses yang dijalani.
Kesan :  Sangat BAHAGIA dan BERSYUKUR bisa jadi bagian dari Apoteker 60. Yang KOMPAK, CERIA DAN PINTAR. Pokoknya Happy terus deh bawaannya.
 


Fany Enno Juniarti, S.Farm., Apt.
Kesan : lewat apoteker 60 saya belajar tentang impian yang diraih dengan sungguh sungguh, melalui jalan yang tidak mudah namun disitu kami selalu mencoba konsisten menjaga ikhtiar, dan di sepanjang jalan itu kami tetap menggantungkan harapan kami kepada Tuhan. Dengan apoteker 60 saya belajar toleransi dan tenggang rasa.
Pesan : Sejawatku, pegang teguh sumpah kita. Tetap solid, jaga nama baik almamater kita dan kode etik profesi kita. Anggap sejawat adalah saudara kalian sendiri, saling mendukung dan mengingatkan. Salam sukses !

Marwah Azizah Kariem, S.Farm., Apt.Kesan: alhamdulillah sangat kooperatif dan asik bgt. Pinter2 semua😛😛ada siii yg ngeselin dikit2 tp gapapah gapapah🤪
Pesan: smg selalu sukses di karir dan kehidupan, ttp jaga silaturahim dan kabar2in lah kalo ada kabar bahagia undang2 wkwk

Beta Aqidatu Firsty, S.Farm., Apt.
Kesan : Menurut aku apt 60 itu dalem nya berkelompok tapi tetep satu gitu, Tetep kompak walau dari berbagai kelompok. Jadi nyaman aja di apoteker 60.
Pesan : Jangan pernah putus tali silahtuhrahmi, kalo ketemu di jalan jgn sombong2.
 

Mudrikawati Irfani, S.Farm., Apt.
Kesan : Aku tu bangga bisa jadi salah satu bagian dr Apoteker 60. Kompak abis, mau diajak susah seneng bareng. Kerjasama dan rasa kekeluargaannya luar biasa.
Pesan : Teruntuk teman-teman sixty selamat sudah resmi menjadi Apoteker dan semoga kita semua bisa amanah dan bisa bermanfaaat untuk sekitar kita. Dimanapun nanti kita berada semoga sukses dan bahagia selalu

Wiji Harta, S.Farm., Apt.

Kesan : Seneng bisa menjadi bagian dari kalian, seneng bisa explore bakat terpendamku jadi kang foto, anak apt60 gampang diajak foto,  terimakasih udh mau jadi model pokonya aku bangga bisa kenal sama kalian
Pesan : semangat&sukses selalu buat kita semua.dimudahkan dlm segala hal, semoga jadi apoteker yg amanah&jangan lupa kalo kita adalah keluarga yg  tak pernah terlupakan. Salam sayang dariku kang foto apt60





Muhammad Hilman, S.Farm., Apt.

Kesan : 60 tahun kedepan itu waktu yang terlalu singkat untuk mengingat 1 tahun bersama kalian
Pesan : Dont just be a pharmacist, but you must be a pharmacist

Oktavianus Anjar, S.Farm., Apt.

Kesan: apoteker 60 itu kompak per kelasnya. Apalagi cowo2nya. Ada yang jadi panutan ada yang jadi racun. Hahahaha, soal belajar anak2 so cerdik lah. Ada yg pintarnya di atas rata2. Cewe2nya bawel ulala. Tapi penyemangatnya ya para cewe2 itu. Bersaing sehat satu sama lain.
Pesan: Semoga warga Apt 60 selalu diberkati Tuhan supaya menjalankan tugas bekerja, baik mengabdi di klinis, bekerja di Industri, pemerintahan, distribusi, bahkan pelaku wiraswasta. Ikuti kata atasan, berkumpul dengan orang2 bukan tipe pengeluh. Ambisi boleh, tapi dengan cara yang baik. Semua sudah ada jalannya masing2 dari Tuhan untuk kesuksesan kita. Jangan lupa dengan FFUP.

Baskara Dito, S.Farm., Apt.

Kesan : Panik di kala tugas banyak tp bingung mau kerjain yg mana, Lelah dikala tugas tak kunjung usai, Deg deg an dikala ujian, terpadu, kapsel, kompre, dan ukai. Tp senang karna semuanya bersama2 untuk mencapai kesuksesannya. Semangat karna semuanya sama2 berusaha untuk menjadi yg terbaik dan yg pasti bakalan terharu karna itu semua menjadi kenangan, kenangan yg akan kita ceritakan kepada anak cucu kita bahwa suatu kesuksesan di bangun tidak hanya dari kepintaran, tp jg kerjakeras, kerjasama, dan semangat. Tetap semangat, salam sukses
Pesan : do the best for everything the best and you will be the best

Wildan Syakban Putra, S.Farm., Apt.
Kesan : selama di apt 60 itu, luar biasa, anaknya baik baik, pokoknya seneng lah jadi bagian dari apt60. Apt60 mantul
Pesan : tetap solid dan menjadi lebih baik ke depannya.

Sastro Gotpaja Sihotang, S.Farm., Apt.
Kesan : kuliah bareng teman2 APT 60 banyak kenangan yg tak terlupakannya. Canda, tawa, suka, duka telah dijalani bersama2. Di APT 60 jg banyak bertemu teman2 baru yg ternyata orangnya gokil gokil
Pesan : Semoga sukses selalu APT 60 dimanapun berada . berharap APT 60 kelak memegang posisi2 strategis di negri ini jaga selalu kekeluargaan yg telaah terbentuk . Jangan pernah takut untuk gagal karna dari gagal lah membangun suatu pemikiran dan mental yg kuat .Inget dulu Tema dari Makrab kita " Go Upgrade APT 60" dalam tema ini diharapkan apa yg kurang dari diri kita selalu di upgrade atau diperbaiki agar menjadi lebih baik dari hari ini .Salam sukses SIXTY !!

KAMI MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH KEPADA SELURUH KELUARGA BESAR APOTEKER 60 ! SUKSES UNTUK KITA SEMUA, SALAM SAYANG SIXTY !






Jumat, 17 Agustus 2018


Manajemen terapi pengobatan dalam praktik farmasi ini dirancang untuk meningkatkan kolaborasi antara apoteker, dokter, dan professional kesehatan lainnya; menambah komunikasi antara pasien dan tim pengobatan pasien; dan mengoptimalkan penggunaan obat untuk pasien yang lebih baik. Manajemen terapi pengobatan (MTM) merupakan layanan yang dijelaskan untuk upaya memberdayakan pasien untuk berperan aktif dala mengelola pengobatan mereka. Pelayanan tergantung pada apoteker yang bekerja sama dengan dokter dan professional kesehatan lainnya sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan obat sesuai evidence based dan  atau pedoman.
Model layanan MTM dalam praktik farmasi mencakup lima elemen inti:
  1. Medication therapy review (MTR)
  2. Personal medication record (PMR)
  3. Medication-related action plan (MAP)
  4. Intervention and/or referral
  5. Documentation and follow-up


Medication Therapy review (MTR) adalah proses yang sistematis untuk mengumpulkan informasi spesifik pasien, menilai terapi obat untuk mengidentifikasi masalah yang terkait pengobatan, mengembangkan daftar prioritas masalah dan membuat rencana untuk mengatasinya. MTR dilakukan antara pasien dan apoteker. MTR dirancang untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang obat yang mereka konsumsi, mengatasi masalah, dan memberdayakan pasien untuk mengelola swamedikasi dan kondisi kesehatan mereka. MTR dapat berupa komprehensif atau ditargetkan terhadap masalah pengobatan aktual atau potensial. MTR komprehensif atau ditargetkan, pasien membutuhkan layanan dengan berbagai cara. Biasanya, pasien dapat dirujuk ke apoteker berdasarkan rencana kesehatan mereka.
Dalam MTR yang komprehensif, idealnya pasien menyajikan semua obat ke apoteker, termasuk semua obat resep dan non resep, produk herbal, dan suplemen diet lainnya. Apoteker kemudian menilai obat pasien untuk mengetahui adanya masalah terkait pengobatan, termasuk kepatuhan pasien, dan pekerjaan pasien, dokter, atau profesional perawatan kesehatan lainnya untuk menentukan pilihan yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang teridentifikasi. MTR ditargetkan untuk mengatasi masalah pengobatan aktual atau potensial. Biasanya, MTR yang ditargetkan dilakukan untuk pasien yang telah menerima MTR komprehensif. Entah untuk masalah baru atau masalah pemantauan selanjutnya, apoteker menilai masalah terapi yang spesifik dalam riwayat medis dan pengobatan pasien secara lengkap. Setelah penilaian intervensi oleh tenaga medis lainnya dan memberikan pendidikan dan informasi  kepada pasien.
MTR berdasarkan ruang lingkupnya :
1.    Mewawancarai pasien untuk mengumpulkan data termasuk informasi demografis, status kesehatan dan aktivitas umum, riwayat medis, riwayat pengobatan, riwayat imunisasi, dan pemikiran atau perasaan pasien tentang kondisi dan pengobatan mereka
2.     Menilai, berdasarkan semua informasi klinis yang relevan yang tersedia bagi apoteker, status kesehatan fisik keseluruhan pasien, termasuk penyakit atau kondisi saat ini dan sebelumnya.
3.      Menilai preferensi, kualitas pasien hidup, dan tujuan terapi
4.     Menilai budaya, tingkat pendidikan, bahasa, dan karakteristik lainnya  yaitu kemampuan komunikasi  yang bisa mempengaruhi hasil
5.     Mengevaluasi pasien untuk mendeteksi gejala yang dapat berkaitan dengan efek samping yang disebabkan oleh obat yang dikonsumsi saat ini.
6.      Menafsirkan, memantau, dan menilai pasien pada hasil laboratorium
7.      Menilai, mengidentifikasi, dan memprioritaskan masalah pengobatan terkait dengan :
a.   Kesesuaian klinis setiap obat yang dikonsumsi oleh pasien, termasuk manfaat dan risiko
b.   Kesesuaian dosis dan rejimen dosis masing-masing obat, termasuk pertimbangan indikasi, kontraindikasi, efek samping, dan interaksi obat
c. Pengobatan duplikasi atau obat tanpa indikasi
d. Kepatuhan
e. Indikasi tidak terobati
f. Pertimbangan biaya pengobatan
g. Pertimbangan akses perawatan kesehatan / pengobatan
8.      Mengembangkan rencana untuk menyelesaikan setiap masalah pengobatan
9.     Memberikan edukasi tentang penggunaan obat dan perangkat pemantauan yang tepat dan pentingnya kepatuhan pengobatan pasien dan memahami tujuan pengobatan
10.    Melatih pasien untuk diberi aturan untuk mengelola obat yang digunakan
11.  Memantau dan mengevaluasi respons pasien terhadap terapi, termasuk keamanan dan efektivitas
12.  Mengkomunikasikan informasi yang sesuai ke dokter atau tenaga kesehatan lainnya, termasuk konsultasi mengenai pemilihan obat-obatan, saran untuk mengatasi masalah pengobatan yang teridentifikasi, peningkatan perkembangan pasien, dan rekomendasi untuk kedepannya
Dalam model layanan ini, pasien akan menerima MTR komprehensif tahunan dan MTR target tambahan untuk menangani masalah pengobatan terkait baru atau yang sedang berlangsung. Peristiwa penting seperti perubahan penting dalam terapi obat pasien, perubahan kebutuhan atau sumber pasien, perubahan status atau kondisi kesehatan pasien, penerimaan atau pelepasan di rumah sakit, kunjungan dinas darurat, atau penerimaan atau pelepasan dari fasilitas perawatan jangka panjang atau fasilitas pembantu dapat memerlukan tambahan MTR yang komprehensif.


Personal Medication Record adalah catatan komprehensif mengenai pengobatan pasien (baik itu pengobatan resep, pengobatan nonresep, produk herbal dan suplemen makanan). Umumnya PMR dicatat secara elektronik tapi dapat juga dicatat secara manual. Informasi dari PMR untuk membantu pasien dalam melakukan manajemen terapi pengobatan sendiri.
PMR berisikan informasi mengenai :
1. Nama pasien
2. Umur pasien
3. Nomor telepon pasien
4. Informasi kontak emergency
5. Apoteker
6. Allergi
7. Permasalahan pengobatan lainnya
8. Pertanyaan potensial dari pasien untuk menanyakan tentang penyakit mereka
9. Data Terakhir terupdate
10. Data terakhir review dari apoteker
11. Tanda tangan pasien
12. Tanda tangan penyedia healthcare
Setiap waktu pasien mendapatkan pengobatan baru, memiliki pengobatan tidak berlanjut, instruksi yang berubah, mulai menggunakan resep baru atau pengobatan non resep, produk herbal, atau suplemen lainnya, atau memiliki perubahan regimen pengobatan, pasien harus melakukan update PMR untuk memastikan keterkinian dan keakuratan catatan. Idealnya, apoteker, dokter dan profesi kesehatan lainnya bisa aktif membantu pasien dengan merevisi proses PMR. Apoteker dapat menggunakan PMR untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya untuk meningkatkan hasil terapi dari pasien.

Rencana tindakan terkait pengobatan (MAP) adalah dokumen pasien-sentris yang berisi daftar tindakan yang harus digunakan pasien dalam melacak kemajuan untuk pengelolaan diri sendiri. Rencana perawatan adalah tindakan profesional kesehatan untuk membantu pasien mencapai tujuan kesehatan yang spesifik. Rencana perawatan merupakan komponen penting dalam dokumentasi elemen inti yang digariskan dalam model layanan ini. Sebagai tambahannya rencana pengobatan yang dikembangkan oleh apoteker dan digunakan dalam pengobatan kolaboratif pasien, pasien menerima MAP secara individu untuk digunakan dalam pengobatan self management. Pasien dapat menggunakan MAP sebagai pedoman sederhana untuk pemantauan kemajuan kesehatan pasien.
MAP digunakan oleh pasien, berisikan informasi tentang:
1. Nama pasien
2. Nama dokter dan nomor telepon
3. Nama apoteker dan nomor telepon
4. Tanggal dibuatnya MAP
5. Langkah yang dapat dilakukan pasien
6. Catatan untuk pasien
7. Informasi perjanjian untuk pemantauan dengan apoteker bila memungkinkan.


Petugas farmasi memberikan layanan konsultatif dan melakukan intervensi untuk menangani masalah terkait pengobatan, bila perlu apoteker merujuk pasien tersebut ke dokter atau layanan professional kesehatan lainnya. Contoh keadaan yang memerlukan rujukan dalam kasus kondisi medis pasien saat pemberian layanan MTM. Intervensi dapat mencakup kolaborasi dengan dokter atau perawatan kesehaan professional lainnya untuk mengatasi masalah terkait obat yang ada atau potensial atau bekerja sama dengan pasien secara langsung.
Contoh keadaan yang mungkin memerlukan rujukan antara lain adalah:
1.   Seorang pasien mungkin menunjukan potensi masalah yang ditemukan selama MTR yang mungkin memerlukan rujukan untuk evaluasi dan diagnosis.
2. Seorang pasien mungkin memerlukan pendidikan manajemen penyakit untuk membantunya mengatasi penyakit kronis seperti diabetes.
3.     Seorang pasien  mungkin memerlukan pemantauan beresio tinggi obat-obatan ( misalnya warfarin, fenitoin, metotreksat).
Intevensi dan atau ruukan digunakan untuk mengoptimasi pengobatan yang digunakan, meningkatkan keberlanjutan pelayanan dan memberikan dukungan kepada pasien untuk menyedian pelayanan kesehatan pencegahan di masa depan yang memiliki efek merugikan yang kecil.

\

Pelayanan MTM didokumentasikan secara rutin dan di follow up bahwa visit pasien merupakan dasar bagi pengobatan yang dibutuhkan pasien. Pelayanan dokumentasi bertujuan untuk mengevaluasi progres dari pasien dan tujuan pengobatan tercapai. Dokumentasi merupakan elemen penting dalam model pelayanan MTM. Pelayanan dokumen apoteker dan intervensinya dilakukan dengan cara yang sesuai dalam mengevaluasi kemajuan pasien dan cukup untuk mencapai tujuan.
Dokumentasi layanan MTM bertujuan :
1. Memfasilitasi komunikasi antara apoteker dan profesional kesehatan lainnya.
2. Meningkatankan pengobatan pasien
3. Meningkatkan kelanjutan pengobatan pasien
4. Memastikan kepatuhan pasien terhadap aturan untuk pemeliharaan berkala terhadap catatan pasien.
5. Melindungi terhadap tanggung jawab professional
6. Memastikan pelayanan terhadap justifikasi tagihan atau pergantiaan (audit pembayaran)
7. Mendemonstrasikan klinis, ekonomi dan hasil humanistik
Dokumentasi MTM termasuk membuat dan memelihara data spesifik pasien yang berisi :
      S          : Data subjektif
      O         : Data Objektif
      A         : Assessment
      P          : Plan
Follow up, Ketika pengaturan perawatan pasien berubah maka apoteker berkoordinasi dengan apoteker lain dalam perawatan baru untuk pasien. Apoteker awal yang menyediakan layanan MTM harus berpartisipasi secara kooperatif dengan apoteker lain untuk berkoordinasi dalam pengobatan pasien termasuk pengalihan obat yang relevan dan informasi terkait kesehatan lainnya. Jika pasien akan tinggal dalam perawatan yang sama, apoteker harus mengatur layanan MTM yang konsisten sesuai dengan kebutuhan pengobatan pasien. Semua evaluasi tindak lanjut dan interaksi dengan pasien dan profesional kesehatan lainnya harus disertakan dalam dokumentasi MTM.

DAFTAR PUSTAKA
American Pharmacist Association and National Association of Chain Drug Stores Foundation. Medication Therapy Management in Pharmacy Practice Core Elements of an MTM Service Model Version 2.0. America. 2008